NADIKABAR.COM β Film "Desember Jani" atau "Jani Be Good" garapan sutradara Ariani Darmawan masuk seleksi peserta kompetisi Asian Future dalam Festival Film Internasional Tokyo tahun 2026.
Film produksi Palari Films ini dijadwalkan ditayangkan perdana pada Selasa (27/10) dan Kamis (29/10) di ajang Festival Film Internasional Tokyo ke-39, yang dilaksanakan di Jepang dari 26 Oktober sampai 4 November 2026.
Menurut siaran pers rumah produksi yang diterima di Jakarta pada Jumat, film "Desember Jani" akan ditayangkan di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.
"Sejak awal kami membuat 'Desember Jani' untuk berbicara kepada penonton di sini (Indonesia), kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan," kata Produser Meiske Taurisia.
"Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda," kata Meiske.
Selain "Desember Jani", daftar peserta kompetisi Asian Future untuk talenta-talenta yang sedang naik daun mencakup "EDJOP" (Filipina), "Iβm Nothing Special Really" (Iran), dan "Miracle Summer" (Jepang) menurut warta Deadline.
Di samping itu, ada film "The Paper Flower" (India), "βββββββSaravah" (Jepang), βββββββ"Serife Tavsan" (Swiss,Turkiye), βββββββ"Shyrmauyq" (Kazakhstan),βββββββ dan "Silver" (Iran).
Film "Desember Jani" bercerita tentang Jani, anak berusia 13 tahun yang menunggu kakaknya, Julia, pulang setelah pergi dari rumah tanpa pamit.ββββββββββββββ
Jani menyalahkan ibunya, Winnie, ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan rasa bersalah.
Dalam empat hari pada bulan Desember, pilihan Jani membuat empat perempuan dalam keluarganya memulai percakapan yang selama ini mereka hindari.
Sutradara Ariani Darmawan mengembangkan cerita "Desember Jani" selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha yang berjudul "Manifesto Flora."
"Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya," kata Ariani.
Dia berharap penonton film "Desember Jani" di Tokyo maupun Indonesia bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani.
"Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling memahami," kata penulis Cyntha Hariadi.
"Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah," kata Cyntha, yang menandai debut penulisan skenario film panjang dengan "Desember Jani."
Dalam film "Desember Jani", Chempa Puteri berperan sebagai Jani, Sigi Wimala sebagai Winnie, Tutie Kirana sebagai Oma, dan Hyori Mika sebagai Julia.
"Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," kata Sigi.
Film "Desember Jani" diproduseri oleh βββββββMeiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. βββββββ
Aktris Luna Maya berperan sebagai produser eksekutif dalam pembuatan film dengan estimasi biaya produksi 747.000 dolar AS (sekira Rp13 miliar) tersebut.