Peristiwa banjir lahar gunung Semeru ini terjadi setelah hujan mengguyur kawasan Gunung Semeru sejak pagi. Bahkan, getaran banjir terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm.

Bukan hanya terekam CCTV, banjir lahar Semeru juga sempat terekam alat seismograf di Pos PengamatanG Sunung Semeru dengan amplitudo maksimum 40 mm.

Petugas BPBD Lumajang mengimbau kepada para penambang pasir maupun penambang batu untuk menghentikan aktivitasnya karena banjir lahar bisa membahayakan keselamatan.