"Evakuasi berlangsung di tengah tantangan alam yang cukup berat. Arus perairan yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur, minimnya pencahayaan, serta adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi menjadi kendala yang harus dihadapi tim penyelam. Namun, berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang ada, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
TNI AD menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan serta masyarakat setempat yang telah sukarela membantu proses pencarian dan evakuasi korban. Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Dengan ditemukannya Sertu (anumerta) Heri sebagai korban terakhir ini, maka seluruh korban dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI AD tersebut telah berhasil dievakuasi. Tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan itu diberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).
Dua prajurit lain yang gugur yaitu Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.