Presiden Lebanon, Joseph Aoun, satu-satunya kepala negara beragama Kristen di dunia Arab, menyebut penembakan di gereja tersebut sebagai serangan teroris yang keji.

Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan, ia menyatakan bahwa peristiwa ini menegaskan kembali bahwa terorisme tidak mengenal agama maupun tanah air; tujuannya adalah merusak koeksistensi dan menyebarkan perselisihan.

Serangan terhadap rumah ibadah di Yordania tergolong jarang terjadi. Pada tahun 2016, sebuah serangan di Karak menyasar pusat keamanan dan patroli polisi, yang mengakibatkan sepuluh orang tewas.

Para korban saat itu mencakup tujuh personel keamanan dan seorang wisatawan perempuan. Empat militan yang sempat membarikade diri di dalam kastil bersejarah Karak akhirnya tewas dalam peristiwa tersebut.