NADIKABAR.COM — Ganda putra muda Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan akan menghadapi ujian baru ketika mulai bersaing pada turnamen level Super 750 melalui Denmark Open 2026 di Odense, Denmark, 13-18 Oktober.
Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho berharap Devin/Faathir dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukur kemampuan menghadapi pasangan-pasangan yang lebih berpengalaman.
"Devin/Faathir pasangan muda yang bisa dibilang baru untuk level Super 750. Saya berharap mereka bermain maksimal, tanpa beban dan mudah-mudahan bisa mengimbangi pemain-pemain yang sudah berpengalaman di tur Eropa ini," kata Antonius dalam keterangan PP PBSI di Jakarta, Jumat.
Denmark Open menjadi bagian dari rangkaian tur Eropa tim bulu tangkis Indonesia yang berlanjut ke Super 750 French Open pada 20-25 Oktober dan Super 500 Hylo Open pada 27 Oktober-1 November.
Bagi Devin/Faathir, rangkaian tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman setelah mulai menunjukkan perkembangan pada sejumlah turnamen sepanjang musim ini.
Pasangan tersebut mencapai final Super 300 Macau Open pada Juni. Devin/Faathir ketika itu memenangi gim pertama sebelum kalah 21-18, 19-21, 10-21 dari pasangan Korea Selatan Yong Jin/Lee Jong Min pada partai puncak.
Mereka juga sempat mencicipi persaingan turnamen level atas ketika tampil pada Super 1000 Indonesia Open 2026. Saat itu Devin/Faathir tersingkir pada babak pertama setelah kalah tiga gim 21-13, 17-21, 11-21 dari wakil Taiwan Zhi Wei Hei/Huang Jui-Hsuan.
Antonius berharap pengalaman-pengalaman tersebut dapat membantu keduanya beradaptasi dengan kualitas persaingan yang lebih tinggi di Denmark.
Selain Devin/Faathir, sektor ganda putra Indonesia juga membawa sejumlah pasangan yang lebih berpengalaman pada rangkaian Eropa.
Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Antonius mengatakan persiapan pemain yang sebelumnya tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 lebih diarahkan untuk menjaga kondisi karena waktu menuju Denmark Open relatif singkat.