Selain itu, Dewan Pakar juga menilai aspek pertumbuhan (growth) dan keberlanjutan program yang dilakukan oleh para kandidat. Prof Arif mengatakan pertumbuhan itu akan menunjukkan peningkatan secara kualitas maupun kuantitas.

"Karena ada peserta yang bisa menyampaikan angka dari tahun sekian ke tahun berikutnya, ada growth seperti apa. Jadi growth, pertumbuhan itu, menurut saya untuk meyakinkan para juri bahwa ini ada peningkatan kualitas dan peningkatan kuantitas," tutur dia.

Selain dua poin di atas, kata Prof Arif, Dewan Pakar juga melihat ekosistem yang dibangun oleh para kandidat. Dewan Pakar menilai bentuk kerja sama dan kolaborasi dari tiap-tiap kandidat.

"Jadi saya justru senang, karena para juri melihat para peserta ini bukan sembarang orang. Mereka sudah punya impact, sebagian berada dalam sebuah ekosistem. Jadi mereka sadar, ekosistem menjadi keniscayaan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, kolaborasi dengan lembaga riset, kolaborasi dengan perguruan tinggi-semua mereka lakukan," tuturnya.

Di antara empat kategori penghargaan, Prof Arif menyebut ada satu kategori yang memiliki tingkat kerumitan tersendiri dalam penilaian. Kategori tersebut adalah Kategori Pelestari Budaya Daerah.

"Jadi soal budaya ini rumit karena semua punya andil. Kekhasan wilayah membuat setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda, unik, dan menarik. Ketika kita bandingkan antarwilayah, karakteristiknya berbeda-beda. Ada sebagian yang tidak apple to apple jika dibandingkan, jadi ada kesulitan tersendiri dalam aspek budaya," pungkasnya.

Berikut kandidat 3 besar DPD RI Awards dalam 4 kategori:

1.⁠ ⁠KATEGORI PELESTARI BUDAYA DAERAH