"Habis itu besoknya biasanya saya bagi-bagi makanan. Itu yang orang tua saya terapkan ke saya, Papi saya. Jadi ketika Papi saya itu meninggal, saya nazar, nanti kalau misalkan Papi sudah meninggal, saya nggak akan pernah lupa apa yang diajarkan almarhum Papi saya untuk saya," beber Dewi.

Dewi juga menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukannya diniatkan untuk almarhum ayah. Sebelum makanan dibagikan, ia biasanya membacakan doa dan Al-Fatihah.

Ia bahkan mengaku membacakan doa tersebut untuk makanan yang hendak diberikan meski tidak menyentuh makanan secara langsung. Bagi Dewi, sedekah tidak harus dilakukan pada waktu tertentu. Ia menilai sedekah dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.

"Sedekah subuh itu boleh-boleh saja. Mau subuh, hari Jumat ya, mau subuh, mau jam segini, atau mau malam juga. Kalau malam kan ibaratnya udah beda. Sebelum turun dari masjid, salat Jumat, nah itu boleh-boleh aja," jelasnya.

Dewi juga mengungkap doa yang ia panjatkan untuk putranya, Gabriel. Ia berharap sang anak selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani aktivitasnya.