Selain mekanisasi, Zulhas menyoroti pentingnya pembangunan dan pembenahan irigasi. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah sekaligus memungkinkan peningkatan indeks pertanaman.
Ia menyebut masih terdapat lahan sawah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan irigasi yang baik, lahan yang sebelumnya hanya ditanami sekali dalam setahun dapat didorong untuk menghasilkan dua kali atau bahkan lebih dalam setahun.
"Padahal sawah itu bisa dua kali. Karena dua kali, ada yang empat kali juga," ujarnya.
Zulhas juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan air pertanian. Pengelolaan air, kata dia, harus dilakukan secara tepat agar tidak banyak yang terbuang dan dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tanaman.
Tak hanya sektor pertanian, penguatan ketahanan pangan juga harus menyentuh sektor perikanan. Zulkifli mengatakan pemerintah perlu membangun ekosistem yang membuat nelayan semakin berdaya, mulai dari koperasi, fasilitas bahan bakar untuk nelayan melalui SPBN, hingga sarana pengolahan hasil perikanan.
Menurutnya, hasil tangkapan nelayan harus memiliki kepastian pasar dan terserap dengan baik. Dengan demikian, nelayan tidak hanya menjual hasil tangkapan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari pengolahan.
"Karena itu satu, seluruh kalau ikan ditangkap itu harus dikonsumsi," ujarnya.