"Dengan menggunakan berbagai macam perangkat platform yang ada, kita bisa belajar apa saja yang ingin kita ketahui. Dan tentunya ini menjadi hal yang positif yang membuat kita semua bisa belajar tanpa harus belajar di luar kelas," jelasnya.
Di sisi lain, Sigit mengapresiasi tingginya antusiasme para pelajar yang aktif dalam gerakan Pramuka. Ia menilai kegiatan ini efektif membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, dan rasa persatuan anak muda.
"Saya tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka yang dari sejak usia masih remaja sudah mau ikut aktif di dalam gerakan Pramuka. Saya kira ini adalah wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain," ujar Listyo.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan ini dirancang sebagai benteng pertahanan moral generasi muda dari gempuran judol hingga pinjaman online (pinjol).
"Kami ingin sesuai dengan PUI ini memiliki Islah us-Samaniyah, ya. Islah us-Samaniyah ini adalah Islah ut-Tarbiyah, yaitu bagaimana kemudian kita melakukan pembinaan kepada generasi muda. Mereka agar lebih bisa imun menghadapi dinamika dan tantangan global saat ini. Sehingga mereka bisa jauh dari pinjol dan seterusnya," ujar Raizal.