"Kepada semua negara ini, hargai nama ini, ya (Indonesia). Hey kalian semua, kamilah raja sesungguhnya. Kalian terlalu banyak bicara. Kamilah raja sesungguhnya. Indonesiaa!" katanya sambil berteriak di akun media sosial Timnas Indonesia.

Sukses ini juga membuat Indonesia memutus dahaga tanpa gelar di turnamen internasional selama 35 tahun. Terakhir kali tim senior Indonesia memenangkan turnamen Asia Tenggara terjadi di Asian Games 1991.

Selain menjadi juara, gelar penghargaan individu pun didapat oleh dua pemain Timnas Indonesia. Adalah Mitchell Baker dan Ole Romeny, mereka berhasil merengkuh gelar top scorer dan top assist. Mitch berhasil mencetak 5 gol sepanjang turnamen sedangkan Romeny menyumbang 4 assist.

Diketahui dari NadiKabar, Presiden RI, Prabowo Subianto, puas dengan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Prabowo pun menjanjikan bonus kepada para pemain Timnas Indonesia. Gelar pertama di level ASEAN dan internasional ini jelas disambut dengan kebahagiaan oleh para pendukung Timnas Garuda yang menonton langsung ke GBK.

"Ya (akan diberikan bonus), itu diatur oleh Ketua Umum PSSI, ya. Oke ya? Terima kasih ya," kata Prabowo seperti dikutip dari NadiKabar.

"Ya, kita gembira, kita bersyukur, kita bangga perjuangan tim kita, ya. Mereka tidak menyerah sampai detik-detik terakhir," sambungnya.

Berbeda dengan Indonesia yang berlinang tangis bahagia, Timnas Thailand harus menelan kekalahan di ajang puncak ini. Ambisi mereka menjadi juara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pupus. Meskipun mereka memiliki gelar terbanyak di turnamen AFF tetapi di kompetisi resmi FIFA ini mereka harus pulang tanpa gelar.

Lalu, apa faktor yang menciptakan kemenangan Indonesia kontra Thailand? Apakah Herdman telah menemukan formula terbaiknya di Timnas? Simak obrolan soal sepakbola dalam segmen D'Hattrick bersama redaktur NadiKabar.