Bagi warga di wilayah itu, BBM tidak hanya diperlukan untuk menjalankan ketinting, tetapi juga untuk mengoperasikan mesin penggiling padi, pergi ke ladang, berburu, dan mencari ikan.

Musim kemarau menambah kesulitan perjalanan di Sungai Mahakam. Permukaan air yang turun membuat bebatuan dan batang kayu di dasar sungai muncul sehingga perahu berukuran besar tidak leluasa melintas. Kondisi ini turut menghambat pengiriman BBM ke wilayah hulu.

Kasnawi, operator APMS Kompak Long Pahangai, mengatakan pasokan tetap diupayakan melalui jalur darat ketika pengiriman lewat sungai terganggu.