Menurutnya, bank sentral perlu memahami perubahan yang ditimbulkan AI terhadap perekonomian dan teknologi, serta mengantisipasi risiko sistemik dari ketergantungan pada penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan menjadi fondasi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Sebagai informasi, Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali ini mempertemukan berbagai perspektif mengenai perkembangan AI dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral.

Konferensi mengangkat tema "Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia".

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee (EXCO) Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali.

Adapun pertemuan ini membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi bank sentral di kawasan.