"Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari," ungkapnya.
Bahlil mengatakan pemerintah juga terus mengantisipasi hambatan distribusi energi akibat faktor cuaca dan kondisi geografis, termasuk pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua.
Sementara itu, ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) nasional dilaporkan berada di atas rata-rata 13 hari, dengan cadangan komoditas energi lainnya mencapai lebih dari 20 hari.
Dalam upaya memperkuat tata kelola pengadaan energi, Bahlil melaporkan bahwa Presiden Prabowo telah menandatangani peraturan presiden terkait pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG secara langsung melalui skema antarpemerintah (government-to-government atau G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam pengurangan ketergantungan impor solar.