Rangkaian ajang promosi ini pun berlanjut pada 13 September di sebuah gedung bergaya Art Deco. Berbeda dari hari pertama yang berfokus pada diaspora, acara hari kedua disiapkan khusus untuk menjangkau masyarakat lokal Amerika Serikat dan audiens internasional yang lebih luas.
Misi kebudayaan yang dibawakan Diah Permatasari juga merambah dunia perfilman. Sebagai bentuk hiburan dan nostalgia bagi warga Indonesia di perantauan, ia berencana memutar film-film Indonesia klasik, salah satunya Warkop secara gratis.
Tak cuma film klasik, Diah juga tengah mengupayakan pemutaran film Rego Nyowo. Pemutaran film tersebut saat ini masih dalam proses penyesuaian regulasi lantaran berkaitan dengan hak tayang di platform streaming Netflix."Melalui acara ini tentu saya berharap masyarakat dunia dapat melihat Indonesia tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga dari kekayaan karya, kreativitas, dan budaya masyarakatnya," pungkasnya.