NADIKABAR.COM β Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Putri Langka menilai pendekatan dialogis penting untuk melindungi anak dari paparan ekstremisme daring di tengah meningkatnya radikalisasi digital.
βKarena sekarang akses internet sangat mudah, dunia daring menjadi tempat pelarian,β kata Putri di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, bagi anak dan remaja yang tumbuh pada era digital, gim daring bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk bermain, berteman, mencari pengakuan, belajar, dan berinteraksi sosial.
Menurut Putri, persoalan muncul ketika ruang digital minim pengawasan dan literasi digital. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengeksploitasi anak, termasuk kelompok radikal dan jaringan ekstremis yang menyusup melalui fitur obrolan dalam gim maupun grup media sosial tertutup.
Ia mengatakan anak dan remaja berada dalam fase pencarian identitas sehingga membutuhkan pengakuan sosial. Pada masa transisi tersebut, penerimaan dari lingkungan pertemanan terkadang lebih dianggap penting daripada arahan orang tua.