Sedangkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, tidak membenarkan maupun membantah laporan tersebut. Dalam pernyataan kepada Reuters, Peskov mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan Ratcliffe.
Namun demikian, kunjungan Ratcliffe ini tercatat sebagai kunjungan pertama yang diketahui publik, ke ibu kota Rusia, oleh seorang kepala intelijen AS sejak pendahulu Ratcliffe, William Burns, melakukan pembicaraan dengan Putin pada November 2021.
Sekitar tiga bulan setelah pertemuan itu, Rusia melancarkan invasi militer ke Ukraina.
Kunjungan ini dilakukan setelah pekan lalu, menurut sumber pejabat Washington, AS meminta Ukraina untuk tidak melancarkan serangan udara di sekitar Moskow, Saint Petersburg, dan beberapa wilayah utara Rusia pada Senin (24/8), Selasa (25/8), dan Rabu (26/8) pekan ini karena ada pesawat membawa pejabat senior AS akan terbang menuju ibu kota Rusia tersebut.
Sementara itu, otoritas AS pada Senin (24/8) memperingatkan berbagai negara untuk memutus hubungan bisnis dengan Iran atau menghadapi sanksi sekunder. Langkah ini bertujuan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran, dalam upaya mengakhiri konflik yang berkecamuk sejak akhir Februari.