Kerusakan juga tercatat pada fasilitas publik, meliputi 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 687 kantor, 652 rumah ibadah, empat pasar tradisional, dan 1.915 fasilitas umum lainnya.

β€œBesarnya dampak tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir,” kata Shofa.

Menurut dia, pemulihan tempat tinggal, fasilitas pendidikan, dan layanan dasar masih menjadi kebutuhan penting agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejak fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa melalui DMC telah memberikan berbagai layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak gempa, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, hingga pencarian dan pertolongan.

Hingga 2 Oktober 2026, total penerima manfaat dari berbagai layanan tersebut mencapai 26.643 jiwa. Layanan air bersih menjangkau 977 penerima manfaat, pembangunan masjid darurat 2.480 penerima manfaat, distribusi logistik nonpangan 1.646 penerima manfaat, dan layanan kesehatan 3.726 penerima manfaat.