Pada studi yang sama, peneliti juga menyebutkan bahwa menulis tangan, karakter per karakter, dapat memperkuat koneksi antar wilayah otak. Di antaranya adalah bagian-bagian yang berhubungan dengan proses informasi seperti perhatian, persepsi, visual, bahasa, dan koordinasi motorik.
Saat menulis dengan tangan, baik menggunakan pena digital maupun konvensional, seseorang harus menggerakan jari, mengatur arah gerakan jari agar dapat membentuk satu huruf yang sempurna, mengontrol tekanan, melihat hasil tulisan, hingga menyesuaikan gerakan berikutnya agar menulis menjadi efisien.
Artinya, otak menerima dan memproses sejumlah informasi dalam waktu yang bersamaan, mulai dari penglihatan, gerakan tangan, hingga posisi tubuh saat mengatur gerakan menulis di kata atau huruf selanjutnya.
"Setiap jari Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan huruf yang dapat dikenali," kata Sophia Vinci-Booher, seorang ahli neurosains di Vanderbilt University, kepada NPR.
Bahkan, pada studi yang lebih lawas, terungkap bahwa tulisan tangan jenis kaligrafi bisa membantu mengurangi stres dan menurunkan detak jantung.