NADIKABAR.COM — Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lombok Barat yang dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar telah rampung sejak Januari 2026. Namun, sejumlah fasilitas di dalam gedung tersebut hingga kini belum terisi secara maksimal.
Gedung perpustakaan baru itu berdiri di dekat gedung perpustakaan lama, kawasan Bundaran Giri Menang Square (GMS), Lombok Barat. Pembangunannya didanai Perpustakaan Nasional melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2025.
Ada empat paket yang didanai melalui DAK fisik tersebut, yakni layanan, pengadaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sarana dan prasarana, serta pengadaan buku. Namun, Lombok Barat hanya mendapatkan dua paket, yakni pembangunan gedung dan fasilitas TIK.
Gedung perpustakaan baru tersebut terdiri atas dua lantai. Di lantai pertama terdapat ruang baca anak, ruang pelayanan, musala, serta ruang Kepala Bidang Perpustakaan.
Sementara di lantai dua terdapat ruang baca umum, ruang staf bidang perpustakaan, serta area penyimpanan rak buku. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat, Lalu Winengan, mengatakan fasilitas di gedung baru tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.