NADIKABAR.COM — Sebanyak 150 siswa dan guru SMP di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami muntah hingga diare akibat diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Tator sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

"Memang ada keluhan muntah, kemudian diare dari beberapa sekolah yang dilayani oleh SPPG Makale Batupapan 1," kata Sekda Tana Toraja Rudhy Andi Lolo kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

SPPG itu melayani 12 sekolah dengan total penerima manfaat mencapai 2.200 orang. Rudy menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait perkara tersebut.

"Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri atau virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah," ungkapnya.

"Karena tidak semua, dari 2,200 penerima bantuan itu aja mulai dari gejala ringan sampai sedang lah. Artinya bahwa kita tetap praduga tidak bersalah," tambah Rudhy.

Menurut Rudy, para korban diduga keracunan menyantap MBG sehari sebelum dilaporkan mual hingga muntah. Keluhan mereka baru muncul pada Kamis (3/9).

"Hari ini mereka belum makan, maksudnya hari ini belum menerima MBG hari ini, terus mereka sudah mengalami masalah mual, muntah pusing dan diare," ungkapnya.

Diketahui, ratusan siswa dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda usai diduga keracunan MBG pada Kamis (3/9). Mereka berasal dari dua sekolah, yakni SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja hingga pukul 16.10 Wita, Kamis (3/9), sebanyak 46 siswa yang dirawat di RS Sinar Kasih dan 29 siswa dilarikan ke RS Fatima. Selain itu ada sebanyak 71 siswa dan 4 guru dirawat di RSUD Lakipadada.

"Iya (150 siswa diduga keracunan) dari tiga RS. Data terkonfirmasi sampai saat ini," ungkap Kepala Dinkes Tana Toraja, Yosefina Rombetasik saat dihubungi wartawan.