Berdasarkan pemeriksaan awal tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mesuji, tapir itu diketahui berjenis kelamin betina.

Dokter hewan menemukan sejumlah luka ringan pada tubuh tapir. Luka lecet itu terdapat di bagian kaki, tengkuk, punggung, perut sebelah kanan, dan mulut.

"Satwa mengalami stres ringan dan ditemukan beberapa luka ringan atau lecet pada bagian tubuh," kata Kepala Balai KSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).