Salah satunya soal manipulasi sponsor. Pihak sponsor dinilai cuma menanggung sebagian nilai perjanjian, sementara sisanya ditanggung Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), kelompok usaha yang memiliki Manchester City.
ADUG juga disebut mendanai pengaturan lain yang membuat biaya operasional yang dicatat klub tampak lebih rendah dibanding pengeluaran sebenarnya.
Etihad Airways buka suara. Mereka tegas menolak segala tudingan bahwa mereka terlibat dalam kesepakatan yang tidak wajar.
"Etihad secara tegas menolak temuan, kesimpulan, atau implikasi apa pun yang mengisyaratkan bahwa maskapai ini pernah terlibat dalam kesepakatan komersial yang tidak wajar. Komunikasi publik Premier League mengenai temuan Komisi, telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi Etihad, meskipun nama maskapai ini tidak disebutkan dalam dokumen temuan yang telah disunting dan dipublikasikan tersebut," tulisnya dilansir dari Tribuna.