Erwan menjelaskan berdasarkan informasi di lapangan, rumah tersebut dihuni oleh lansia dan seorang anggota keluarga yang merupakan ODGJ. Pada pagi hari sebelum insiden, penghuni ODGJ tersebut sempat meminta dibelikan rokok.
Sekitar pukul 16.15 Wita, yang bersangkutan terlihat duduk di depan kamar. Tak lama kemudian, ia berlari ke luar rumah saat api mendadak sudah membesar dari dalam bangunan bale daje.
Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berupaya memadamkan si jago merah dengan alat seadanya. Namun, api dengan cepat membesar hingga pemilik rumah, I Gusti Ngurah Arta (40), bersama pihak desa memutuskan melapor ke pemadam kebakaran.