Pramono juga menyebutkan alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta dukungan Danantara untuk melanjutkan pembangunan jaringan LRT hingga JIS serta kereta cepat Whoosh Halim, yaitu karena ia harus menyiapkan alternatif pembiayaan untuk pembangunan LRT Jakarta.

Pramono menjelaskan proyek lanjutan pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan dana sekitar Rp2,7 triliun dan akan dimulai pada 2027.

Dana tersebut, kata Pramono, sebenarnya sudah tersedia, namun ia tetap membutuhkan berbagai alternatif pembiayaan lainnya.

“Jadi, intinya, bisa dari obligasi, bisa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bisa juga dari Danantara,” ungkap Pramono.