NADIKABAR.COM — Tahukah kamu, kondisi kelebihan berat badan (obesitas) yang berlangsung lama dapat memicu gangguan biologis di otak yang memicu munculnya fenomena food noise. Akibatnya tubuh mulai menganggap berat badan yang berlebih sebagai kondisi normal yang harus dipertahankan.

Hal ini menyebabkan rasa lapar meningkat dan rasa kenyang berkurang. Situasi ini sering kali dikenal dengan terganggunya respon hormon incretin yang mengatur keseimbangan metabolik sehari-hari. Hormon incretin adalah kelompok hormon yang diproduksi secara alami oleh usus setelah kita makan yaitu GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) dan GIP (Glucose-Dependent Insulinotropic Polypeptide) yang diproduksi oleh usus.

Adapun fungsi utama kedua hormon incretin adalah memberi sinyal kepada tubuh bahwa makanan telah masuk, sehingga tubuh dapat mengatur kadar gula darah, rasa lapar, rasa kenyang hingga mengurangi craving dan food noise.

Memahami hal tersebut, LIGHThouse Clinic pionir klinik pengelolaan berat badan di Indonesia selama lebih dari 22 tahun, menghadirkan dua pilihan terapi terbaru berbasis tirzepatide, yaitu TirzePen dan TirzeSlim, sebagai bagian dari pendekatan medis modern dalam membantu pasien mengelola berat badan.

"Banyak orang merasa gagal menjalani diet bukan semata-mata karena kurang disiplin. Saat berat badan turun, tubuh dapat merespons dengan meningkatkan rasa lapar dan menurunkan rasa kenyang melalui perubahan sinyal hormon dan mekanisme pengaturan nafsu makan di otak. Karena itu, pengelolaan berat badan perlu mempertimbangkan faktor tersebut,"ujar dr. Guadelupe Maria Melissa, Medical Manager LIGHT Group dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/2026).