Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, areal yang berada di lokasi tersebut padam setelah diguyur hujan. Bahkan, kondisi lahan terpantau dalam keadaan basah dan tak ditemukan ada api yang masih menyala.
"Meskipun kondisi areal telah padam akibat hujan, personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan pengecekan menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," kata Fahrian.
Bukan tanpa alasan, Fahrian mengungkap kondisi lagan rawan karhutla bisa kembali terbakar apabila panas terik. Kondisi cuaca musim kemarau inilah yang harus selalu diantisipasi di lapangan untuk pencegahan dini.