Pihaknya menjelaskan, setiap kabupaten di Sumut dialokasikan anggaran sebesar Rp600 juta selama setahun untuk membeli layanan bus perintis dengan jarak pelayanan hingga 60 kilometer per hari.

"Untuk program bus perintis ini, kita tidak menyewa atau membeli busnya. Tetapi kita hanya membeli pelayanannya bekerjasama operator, dan sistemnya seperti BRT (bus rapid transit),” papar Yuda.

Ia juga menjelaskan, kelima kabupaten dari total 18 kabupaten/kota di Sumut diprioritaskan mendapat layanan bus perintis gratis ini karena masih berada di wilayah terpencil dan di bawah garis kemiskinan.

"Daerah prioritas ini didasarkan kajian Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah), bahwa dari total 33 kabupaten/kota di Sumut, ada 18 daerah tertinggal. Tahun ini kami fokuskan di lima kabupaten dahulu,” katanya.

Dia mengungkapkan, program bus perintis gratis pelajar ini tersebut akan direalisasikan secara bertahap, menjadi 10 kabupaten/kota di Sumut pada 2027.