Brigjen Simson mengatakan Dashboard Green Policing menawarkan pendekatan yang sangat strategis. Melalui integrasi berbagai sumber informasi, termasuk data satelit dan informasi spasial, kepolisian dapat memperoleh gambaran situasi lingkungan secara lebih komprehensif dan mendekati waktu nyata (real-time).
"Melalui integrasi data spasial dan satelit seperti Himawari-9 yang memperbarui data secara real-time, kita dapat membangun sistem peringatan dini (early warning system) yang jauh lebih responsif, terutama dalam mengantisipasi dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)," ujarnya.
Selain berfungsi memantau titik rawan Karhutla, sistem digital ini juga mampu memetakan secara presisi koordinat penanaman pohon, jenis tanaman, hingga memberikan rekomendasi lokasi yang membutuhkan upaya restorasi lingkungan. Wakapolda menambahkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga berperan aktif memulihkan ekosistem.
Menyoroti esensi kepedulian lingkungan, Wakapolda Riau menyampaikan pesan mendalam Komjen Herry Heryawan mengenai perlindungan ekosistem sebagai titipan generasi masa depan. Ia mendorong agar gerakan penanaman pohon dan pelestarian alam tidak hanya dipandang sebagai ketaatan pada aturan, melainkan kesadaran moral serta kebutuhan hidup.