NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, melayangkan kritik menohok terhadap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni gegara menyentil MUI agar fokus mengurusi sertifikasi halal ketimbang merembet ke persoalan konser. Sahroni merespons balik kritik MUI tersebut.
"Terkait konser Andrea Bocelli dan adanya penolakan dari MUI, kan dia juga sudah mengklarifikasi bahwa konsernya ini tidak terkait Israel dan dilandasi oleh rasa seni semata," kata Sahroni saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).
Ia meminta MUI mempertimbangkan kembali penolakan atas konser Andrea Bocelli. Menurutnya, lebih baik MUI mendalami sosok Andrea Bocelli terlebih dulu.
"Jadi saya minta ini juga dipertimbangkan oleh MUI dalam kebijakannya. Jadi MUI hendaknya mendalami sosok penyanyi ini dengan baik dan jangan hanya mendengar dari selentingan kabar tanpa menghiraukan fakta-fakta dan klarifikasi yang sudah ada," ucap dia.
Lebih lanjut, Sahroni mengatakan konser Andrea Bocelli bukan acara kecil. Dia menilai konser tersebut bisa memberi dampak ekonomi yang signifikan.
"Karena ini bukan acara kecil, bukan sebatas dia datang konser lalu pulang, tapi ini acara yang tentunya telah ditunggu para penggemar, belum lagi mempersiapkannya juga tidak sebentar, dan pasti sudah mengeluarkan banyak biaya," jelas dia.
"Selain itu saya yakin dampak ekonomi yang dihasilkan juga tidak kecil. Jadi hal-hal seperti ini jangan dikesampingkan hanya karena melihat dari rumor dan gosip yang ada," lanjut dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, melayangkan kritik menohok terhadap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Sentilan ini dilontarkan usai Sahroni menyentil MUI agar fokus mengurusi sertifikasi halal ketimbang merembet ke persoalan konser.
Perselisihan pendapat tersebut bermula dari unggahan Ahmad Sahroni di akun Instagram resminya, @ahmadsahroni88. Politikus NasDem itu meminta MUI berfokus menyelesaikan agenda internal organisasi, salah satunya masalah sertifikasi halal.
Sontak, pernyataan legislator Senayan itu memicu reaksi keras dari Kiai Cholil Nafis. Melalui akun X resminya, @cholilnafis, ia menilai Sahroni belum paham betul esensi tugas dan fungsi MUI, termasuk landasan konstitusional atas sikap tegas MUI mendukung kemerdekaan Palestina.
Cholil menegaskan bahwa dukungan MUI terhadap kemerdekaan Palestina merupakan sikap dari amanat Pembukaan UUD 1945, yang secara eksplisit menolak segala bentuk penjajahan di atas bumi.
"Ini banyak yang tak ngerti tentang tugas MUI. Ini soal peneguhan UUD '45 bahwa Indonesia anti Penjajahan dan berpihak pada kemerdekaan Palestina. Maka semua yang mendukung penjajahan harus kita tolak. Apa Sahroni yang anggota DPR RI itu paham ini ya?" cetus Cholil Nafis.
Tak berhenti di situ, Cholil Nafis juga meluruskan kekeliruan anggapan Sahroni terkait teknis penyelenggaraan sertifikasi halal. Ia mengingatkan bahwa wewenang utama sertifikasi halal kini berada di tangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sesuai regulasi undang-undang, bukan di bawah MUI.
Ia juga menyentil status Sahroni sebagai anggota dewan yang dinilai kurang memahami kelembagaan ormas Islam di Tanah Air.
Cholil menegaskan MUI bukanlah lembaga pemerintah, melainkan wadah musyawarah ormas-ormas Islam yang mengemban misi dakwah serta amar makruf nahi mungkar. Oleh karena itu, menyuarakan pandangan kebangsaan, isu kemanusiaan global, hingga dinamika sosial masyarakat seperti konser merupakan bagian dari komitmen kebangsaan MUI.
"Sahroni ini anggota Dewan ya? Ya... dikira MUI itu lembaga pemerintah aja. Itu kumpulan ormas-ormas yang mencintai negeri ini dengan amar makruf nahi mungkar. Dan lupa dia bahwa sertifikasi halal itu berdasarkan UU kewenangan ada pada BPJPH bukan MUI," tegasnya dalam kolom komentar Instagram Ahmad Sahroni.