NADIKABAR.COM — Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Adri Irniadi mengungkap ladang ganja di wilayah Aceh sengaja dibuat di lokasi yang sulit dijangkau masyarakat. Dia mengatakan hal itu dilakukan agar keberadaan ladang ganja sulit dipantau.

"Polanya itu dia mencari tempat yang sulit dijangkau oleh masyarakat," kata Adri saat pemusnahan ladang ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (2/11/2026).

Adri menyebut pihaknya harus menempuh perjalanan sulit dan terjal untuk mencapai ladang ganja itu. Menurutnya, hal itu adalah pola yang umum digunakan para pengelola ladang ganja.

"Seperti lihat, kan? Kita naik kemari susah, ya. Nah, itu pola mereka," jelas dia.

Adri menyebut ganja dari Aceh didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Dia menyebut ganja tersebut diedarkan ke sarang-sarang narkoba seperti yang dikenal 'kampung narkoba'.

"Kalau untuk pendistribusian, tepatnya nanti dia bisa masuk ke kantong-kantong, kampung narkoba pun bisa masuk dan orang-orang tertentu yang merupakan jaringan itu," jelas dia

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian mengatakan lokasi penanaman ganja biasanya di kawasan dengan ketinggian tertentu. Dia mengatakan ladang ganja itu ditempatkan jauh dari permukiman warga.

"Itu betul ada sesuai ketinggian dan memang ini menjadi sesuatu yang cukup berat bagi kami. Kami akan mengejar dan mencari modus-modus itu dan kami tidak akan mau kalah dari mereka-mereka untuk melakukan. Di mana pun kami akan susur, di mana pun kami akan sisir tempat-tempat itu," tegas Kristian.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama BNN RI dan Polda Aceh melaksanakan operasi ladang ganja di kawasan Aceh Utara. Mereka menemukan sekitar 25 hektare ladang ganja.

Pantauan NadiKabar di lokasi, Senin (2/11), operasi ini dipimpin langsung oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian bersama Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Adri Irniadi.