"NasDem mengusulkan 7%, walaupun surveinya NasDem 4%. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai," ujarnya.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat, Dede Yusuf, mengatakan Demokrat mengusulkan konsep 'Dapil Nasional' atau national pool dalam penerapan pemilu anggota DPR RI. Ia menekankan, sisa suara dari partai-partai yang lolos ambang batas bisa dikumpulkan untuk kemudian ditentukan sebagai kursi tambahan di DPR.
Dede kemudian menyinggung tentang penggabungan sisa suara (stembus accord) yang pernah digunakan dalam Pemilu 1999. Ia berharap pengkajian konsep tersebut dapat mengurangi sisa suara yang hangus.
"Itu sebabnya Demokrat sejak awal sudah mengusulkan konsep 'Dapil Nasional' (national pool). Dimana sisa suara rakyat dari partai-partai yang lolos threshold nanti akan dikonversi menjadi dapil nasional sehingga tidak ada suara rakyat yang terbuang. Dulu pernah dilakukan model stembus accord," ucapnya.
Kendati demikian, Dede Yusuf mengatakan usulan tersebut masih dikaji oleh partai. Ia pun menyinggung konsep seperti itu digunakan di Selandia Baru hingga Jerman.
"Lagi digodok dulu, ada sistem ini di Selandia Baru dan Jerman juga," ujarnya.