Sementara itu, Ketua Gapoktan Ngudirahayu Tarisun mengatakan penggunaan mesin penggilingan bertenaga listrik membuat proses pengolahan gabah lebih cepat dan kapasitas produksi meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya maksimal 3 ton menjadi 6 ton gabah per hari.

"Dulu gabah masih harus diangkat secara manual untuk dimasukkan ke mesin penggilingan. Sekarang lebih praktis karena gabah cukup dicurahkan ke tempat penampungan dan selanjutnya diproses secara otomatis, sehingga penggilingan menjadi lebih cepat dan hasilnya juga lebih bagus," katanya.

Menurut dia, peningkatan kapasitas tersebut membuat layanan penggilingan Gapoktan Ngudirahayu menjangkau lebih banyak wilayah.

Selain melayani petani di Desa Jatisaba, penggilingan itu juga menerima pelanggan dari Desa Lamongan, Desa Toyareja, Kelurahan Bancar, hingga luar Kabupaten Purbalingga.

Bahkan, sejumlah pedagang dari berbagai wilayah juga memilih menggiling gabah di tempat tersebut karena kualitas beras yang dihasilkan dinilai lebih baik.