"Untuk langkah-langkah kita berikutnya mungkin akan kita tempatkan lagi personel untuk melakukan pengamanan agar tidak terjadi perang kelompok seperti yang terjadi hari ini," beber Eddy.
Polisi mengonfirmasi tidak ada warga yang diamankan maupun menjadi korban jiwa pada insiden hari pertama tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan guna mengungkap akar pemicu utama bentrokan.
"(Terkait pemicu tawuran) Masih kita proses penyelidikan. Tidak ada (yang diamankan di lokasi), tidak ada korban," jelasnya.
Namun, kondisi aman tersebut tidak bertahan lama setelah tawuran susulan yang lebih mencekam kembali pecah pada Senin (14/9) dini hari. Pada aksi lanjutan ini, massa meningkatkan eskalasi serangan dengan menggunakan busur panah, lemparan batu, hingga bom molotov.
"Jadi tadi ada kejadian lagi tim redaksi warga, tim redaksi warga Bittowa (Lama) dan warga dari Kodam Lama (Aditarina)," kata Kompol Eddy kepada wartawan, Senin (14/9).