Dia menyebut usia pasien yang menjalani cuci darah kini tidak hanya berasal dari kelompok lanjut usia. Bahkan, pasien berusia sekitar 20 tahun disebut sudah banyak ditemukan menjalani cuci darah di rumah sakit.
"Saat ini kita bisa melihat range daripada usia yang mengakses layanan cuci darah itu bukan semakin tua, tetapi semakin muda. Kita bisa melihat di rumah sakit itu usia 20 tahun itu sudah banyak yang melakukan cuci darah," ujarnya.
Menurut Safitri, kondisi tersebut menjadi perhatian karena meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan juga dapat menjadi beban bagi pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat perlu menjaga kesehatan sejak dini dan tidak sembarangan menggunakan obat.
Safitri mengatakan Jakarta sebenarnya memiliki banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat. Saat ini terdapat 192 rumah sakit, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu di DKI Jakarta.