NADIKABAR.COM — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempertajam akselerasi penanganan HIV/AIDS melalui penguatan program pendampingan teknis fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi itu.
"Sinergi pendampingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pelayanan penanggulangan HIV/AIDS dapat terus berjalan secara optimal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Jumat.
Andi menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi program pendampingan teknis tersebut diselenggarakan berkolaborasi erat bersama jajaran Yayasan Kasih Suwitno.
Pelaksanaan program akselerasi penanganan HIV di wilayah Kalimantan Timur mencakup empat kabupaten dan kota yang merupakan wilayah dukungan utama Global Fund Komponen AIDS.
"Empat wilayah sasaran utama program pendampingan mencakup Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Kutai Timur," ujar Andi.
Pada masing-masing wilayah sasaran tersebut disiagakan tim mentor yang bertugas memberikan pendampingan teknis secara intensif kepada enam fasilitas pelayanan kesehatan dampingan.
Provinsi Kalimantan Timur terpilih menjadi salah satu dari delapan provinsi di seluruh Indonesia yang menerima alokasi pelaksanaan program pendampingan teknis tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Kasih Suwitno serta seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif," tutur Andi.
Yayasan Kasih Suwitno menjalankan peran strategis sebagai Sub-Recipient Kementerian Kesehatan yang memberikan asistensi teknis melalui skema district mentoring.
Pertemuan monitoring dan evaluasi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang didukung anggaran Yayasan Kasih Suwitno di regional Kalimantan Timur.
"Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan pembelajaran berharga bagi penguatan keberlanjutan program HIV/AIDS di tingkat daerah," kata Andi.
Program pendampingan teknis berkesinambungan tersebut telah dilaksanakan secara efektif oleh tim mentor sepanjang periode tahun 2025 hingga tahun 2026.
Dinas Kesehatan Kaltim berkomitmen penuh memanfaatkan seluruh hasil evaluasi guna memperkuat kapasitas kelembagaan serta mutu layanan kesehatan masyarakat.
"Sinergi lintas sektor sangat krusial untuk memastikan percepatan penanggulangan HIV/AIDS dapat tercapai secara efektif," kata Andi.