Selain itu, terdapat orang yang telah menjalani rangkaian pemeriksaan dan dinyatakan positif HIV, tetapi tidak melanjutkan ke layanan pengobatan dan dukungan perawatan (PDP). Kondisi ketika pasien tidak melanjutkan tahapan layanan tersebut dikenal sebagai lost to follow-up.
βKetika hasil awal reaktif, ada yang takut untuk melanjutkan pemeriksaan kedua dan ketiga. Ada juga yang sudah dinyatakan positif, tetapi setelah diedukasi dan dipanggil untuk masuk layanan pengobatan, tidak datang lagi,β ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan lainnya mencakup stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV), minimnya sosialisasi kepada masyarakat, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan tes HIV secara sukarela.
Dinkes Nabire mendorong peningkatan komunikasi dan edukasi di masyarakat, sekolah, instansi pemerintah, serta sektor swasta untuk memperluas deteksi dini dan mengurangi diskriminasi terhadap ODHIV.