NADIKABAR.COM — Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai saat ini dunia sedang bergerak ke arah yang salah, sehingga perlu perubahan arah dalam hubungan internasional.
"Kami merasa dunia sedang bergerak ke arah yang salah, di mana aturan dan hukum internasional dengan mudah dilanggar dan penggunaan kekuatan semakin sering menjadi penentu hasil. Piagam PBB terancam kehilangan relevansinya," kata Dino dalam diskusi Global Town Hall 2026 yang digelar FPCI secara daring pada Sabtu.
Mantan duta besar RI untuk Amerika Serikat itu menyoroti tingginya jumlah konflik di dunia serta besarnya anggaran yang dialokasikan untuk persenjataan dibandingkan untuk pembangunan dan perubahan iklim.
"Kita menghadapi jumlah konflik terbesar sejak Perang Dunia II, dengan 65 konflik di 35 negara tahun lalu. Secara global, kita menghabiskan jauh lebih banyak anggaran untuk persenjataan dibandingkan untuk pembangunan dan penanggulangan perubahan iklim," katanya.
Menurutnya, banyak pemimpin terpaku pada pola pikir jangka pendek dan sebagian di antaranya kehilangan kompas moral.