Bersumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Babel, Kementerian Pertanian (Kementan), Ayam merawang juga memiliki bobot yang tak jauh berbeda dengan ayam lokal biasa, untuk betinanya memiliki bobot berkisar 1,32-2,5 kilogram per ekor dan untuk pejantan memiliki bobot antara 1,9-3,1 kilogram per ekor.

Dari sejarah ayam ini pertama kali dibawa oleh penambang timah dari daratan China ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda atau sekitar 300 tahun lalu.

Dalam perkembangannya, Ayam Merawang dapat beradaptasi di Desa Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan menjadi ayam lokal.