"Abu vulkanik ini tergantung dari kencangnya angin dan juga ketinggian erupsi itu sendiri," ujarnya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu dini hari. Namun, erupsi kembali terjadi pada Minggu pagi hingga siang.

Mirza mengatakan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut masih terus dilakukan. Secara visual, Gunung Anak Krakatau saat ini tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati.

"Abu vulkanik juga terus bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke arah barat laut. Tentunya kondisi ini dipengaruhi arah angin pada hari sebelumnya yang bertiup dari barat laut maupun utara," jelasnya.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama masih terjadi paparan abu vulkanik. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan.