Menurut MAD, dugaan kekerasan tersebut kembali terjadi setelah SSY pulang dari Korea Selatan pada awal Juni 2026. Ia mengaku tetap berada di bawah tekanan dan ancaman sehingga tidak berani meninggalkan SSY.

Pada 27 Juli 2026, MAD mengaku mulai berani menolak ketika SSY kembali melakukan tindakan serupa. Sehari setelahnya, ia mengaku kembali dicekoki minuman beralkohol hingga terjadi pertengkaran.

"Lalu tanggal 27 Juli, dia mau melakukan hal yang sama, tapi saya berani melawan, saya tolak. Tanggal 28 saya kembali dicekoki minuman keras. Saya kemudian pura-pura mabuk, saya marah-marah. Akhirnya saya bertengkar sama dia," ujarnya.

Setelah merasa tidak sanggup menghadapi situasi tersebut, MAD kemudian meminta bantuan kepada manajer restoran. Ia menelepon dari kamar yang baru pertama kali ditempatinya setelah sebelumnya mengaku dipaksa tidur di kamar SSY.

"Waktu di kamar, kemudian saya telpon manager resto. Saya minta tolong karena saya sudah gak kuat diginikan. Mereka belum tau kalau saya disetubuhi berkali-kali. Akhirnya 3 orang datang, kunci pintu utama dan gerbang saya minta tolong ambilin ke ART," bebernya.

Tiga orang kemudian datang membantu MAD. Mereka meminta kunci kepada ART berinisial SUF (24), yang disebut juga mengalami tindakan dari SSY.

Kunci tersebut kemudian dilempar SUF melalui jendela. Mereka akhirnya dapat membuka pintu utama dan gerbang rumah.

"Mereka masuk, gedor kamar (pelaku), pelaku keluar dan kayaknya masih mabuk. Terus saya dan ART diambil dan diselamatkan," tutur korban.