Seiring perjalanan waktu, organisasi perkeretaapian Indonesia mengalami berbagai perubahan, mulai dari Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), hingga menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Memasuki usia ke-81 tahun, KAI terus melakukan transformasi melalui peningkatan kualitas layanan pelanggan, pengembangan konektivitas, inovasi produk, serta penguatan peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan kinerja Januari–Agustus 2026, KAI Group mencatat jumlah pelanggan sebanyak 351.602.397 orang, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi angkutan barang, KAI mencatat volume sebesar 44.905.963 ton, yang terdiri atas angkutan batu bara sebesar 36.854.758 ton dan angkutan non batu bara sebesar 8.051.205 ton.
Kinerja tersebut menunjukkan peran kereta api dalam mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik nasional melalui layanan angkutan barang berbasis rel.
Bobby menyampaikan bahwa KAI terus menghadirkan berbagai inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sepanjang 2026, KAI menghadirkan berbagai pengembangan layanan, mulai dari Kereta Api Kerakyatan dengan layanan yang lebih terjangkau, Kereta Petani dan Pedagang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pengembangan layanan perjalanan wisata berbasis kereta api.