NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyatakan 232 lintasan perintis menghubungkan wilayah kepulauan, memperluas akses transportasi, mendukung distribusi logistik, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat.

"Melalui pelayanan 229 lintasan perintis, ASDP mengambil peran dalam membuka akses transportasi bagi masyarakat kepulauan, sekaligus mendukung mobilitas, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," kata Heru, dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan hal itu dalam memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda. ASDP menegaskan komitmennya dalam memperkuat persatuan bangsa melalui konektivitas penyeberangan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Heru, semangat Sumpah Pemuda yang mengedepankan persatuan dan kebersamaan memiliki relevansi dengan peran ASDP sebagai penghubung antarpulau.

Di tengah kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Semangat Sumpah Pemuda, kata dia, mengingatkan persatuan Indonesia perlu terus dijaga melalui langkah nyata. Bagi ASDP, salah satu wujudnya adalah menghadirkan layanan penyeberangan yang menghubungkan masyarakat antarpulau.

"Setiap lintasan yang dilayani bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses dan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Secara nasional, ASDP melayani 232 lintasan perintis dan 94 lintasan komersial. Dengan demikian, sekitar 71 persen jaringan lintasan ASDP merupakan layanan perintis yang memiliki peran penting dalam menjaga akses transportasi di wilayah dengan keterbatasan pilihan angkutan.

Keberadaan lintasan perintis menjadi bagian dari pelayanan publik yang dilaksanakan ASDP melalui penugasan pemerintah.

Berbeda dengan lintasan komersial, layanan perintis dihadirkan untuk menjangkau wilayah yang secara ekonomi belum sepenuhnya dapat dilayani berdasarkan mekanisme pasar, tetapi memiliki kebutuhan transportasi yang penting bagi kehidupan masyarakat.

Melalui layanan tersebut, masyarakat di wilayah kepulauan dapat mengakses pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mengangkut hasil pertanian, perikanan, dan berbagai komoditas lokal menuju pasar yang lebih luas.

Konektivitas ini sekaligus mendukung peluang usaha dan mobilitas generasi muda yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Salah satu wujud penguatan konektivitas perintis dilakukan ASDP melalui pengoperasian lintasan Banggai-Paisulamo-Dungkean di Sulawesi Tengah pada Januari 2026.

Dilayani KMP Teluk Tolo, lintasan tersebut mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok antarpulau, sekaligus memperluas akses ekonomi bagi masyarakat Banggai Laut.

Kehadiran layanan penyeberangan di wilayah kepulauan memiliki arti penting bagi generasi muda. Akses transportasi yang tersedia memberikan kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan, pelaku usaha muda untuk memasarkan produk lokal, serta masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Heru menambahkan penguatan konektivitas nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan seluruh pemangku kepentingan.

ASDP berkomitmen menjalankan perannya sebagai operator penyeberangan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan akses transportasi masyarakat.

"Persatuan tidak hanya diwujudkan melalui semangat kebangsaan, tetapi juga melalui kesempatan yang semakin terbuka bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia," tuturnya.

Ia berharap konektivitas penyeberangan dapat menjadi salah satu penggerak kemajuan daerah, termasuk memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi wilayahnya.

Ia menambahkan momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia memerlukan keterhubungan antardaerah yang kuat.

Melalui layanan penyeberangan komersial dan perintis, ASDP berupaya mendukung pemerataan akses transportasi sekaligus menjaga pergerakan masyarakat dan barang dari satu pulau ke pulau lainnya.

Dengan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, ASDP berkomitmen mengambil bagian dalam menghubungkan Nusantara, agar jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan dan membangun masa depan yang lebih baik.