NADIKABAR.COM — Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan rencana KPR bersubsidi bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta dari pemerintah dapat membantu masyarakat berpendapatan menengah bawah untuk memiliki hunian tetap.
"Ya, itu buat yang masyarakat menengah bawah. Jadi ada masyarakat berpenghasilan menengah atau MBR juga di peraturan menterinya ada mengenai siapa yang disebut MBR. Khusus bunga KPR subsidi yang 5 persen itu memang untuk MBR. Asas keadilannya begitu. Jadi, yang masyarakat menengah bawah ini, suku bunga kelihatannya lebih pas 6 persen. Bunga KPR 6 persen tetap dengan tenor 20 tahun itu juga sangat terjangkau sebenarnya, atau bunga KPR tetap dengan opsi tenor hingga 40 tahun juga sangat terjangkau," ujar Nixon di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kebijakan KPR subsidi dengan bunga yang rendah dan tenor yang sangat panjang tersebut merupakan terobosan.
Pemerintah melihat masyarakat berpendapat menengah bawah tersebut mengalami kesulitan untuk memiliki rumah tetap terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Pemerintah juga mengajak BTN untuk mendiskusikan hal tersebut.
Sebagai informasi, Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 yang berfokus pada pelindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha.
Di sektor perumahan, perpanjangan fasilitas PPN DTP hingga 2027 untuk rumah sampai Rp2 miliar, serta PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar untuk rumah berharga sampai Rp5 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan KPR bersubsidi bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk rumah hingga Rp500 juta.
Adapun berbagai program prioritas yang akan dijalankan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta pimpinan kementerian/lembaga teknis terkait di Istana Negara Jakarta.