Bulog memastikan proses lelang tetap berjalan sesuai aturan, sekaligus menjaga tata kelola cadangan beras pemerintah agar memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara optimal.

Pemerintah menyepakati akan melakukan hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung, guna menjaga nilai ekonomi serta menstabilkan harga pangan.

"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah pada 7 September 2026 sebagai bagian dari langkah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CPB) yang terus berada pada tingkat tinggi, mencapai 5 juta ton lebih.

Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras dengan mutu menurun dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram agar tetap bernilai ekonomi.

Harga lelang tersebut hanya berbeda sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp12.500 per kilogram.