Dia mengatakan pembangunan tol tak boleh mengabaikan hak masyarakat. Dialog dengan warga Padang Panjang penting untuk mengidentifikasi persoalan sejak dini dan mencari solusi sebelum proses pembangunan berjalan lebih jauh.
"Saya tidak ingin masyarakat dirugikan. Kalau ada persoalan trase, mari kita diskusikan. Kalau ada sawah dan irigasi yang terdampak, harus dicarikan solusinya. Pembangunan ini harus membawa manfaat bagi Sumatera Barat tanpa mengabaikan hak masyarakat," tegasnya.
Sosialisasi lanjutan direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, Hutama Karya, Kementerian PU, ATR/BPN, serta unsur terkait lainnya. Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi diharapkan dapat memperkuat konektivitas Sumatera Barat sekaligus memberikan kepastian bagi warga di sekitar rencana trase jalan tol.