NADIKABAR.COM — Direktur Utama Perum Redaksi NadiKabar Benny Siga Butarbutar mengatakan komunikasi keberlanjutan tidak sekadar menjadi sarana penyampaian informasi atau pemenuhan kepatuhan administratif, tetapi juga perlu menjadi jembatan untuk membangun pemahaman dan mendorong aksi kolektif pemangku kepentingan.
"Komunikasi hari ini bukan sekadar mengabarkan apa yang telah dilakukan, melainkan orkestrasi pemaknaan bersama (coordinated meaning-making) yang harus terukur, partisipatif, serta mampu menumbuhkan rasa kepemilikan hingga menghasilkan tindakan nyata," kata Benny saat menjadi dosen tamu pada Program Magister Sains Sustainability (MSU) Batch 3 Universitas Pertamina (UPER), Jakarta, Sabtu.
Dalam kegiatan bertajuk "Designing Sustainability Communication & Stakeholder Engagement" itu, Benny membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai komunikasi korporasi serta mitigasi krisis di tengah perkembangan isu keberlanjutan.
Ia mengatakan perkembangan teknologi digital dan pola komunikasi yang berlangsung secara real-time menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan.
Menurut dia, kondisi penuh ketidakpastian yang dikenal dengan konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) menuntut perusahaan membangun komunikasi yang mengedepankan kejelasan, empati, serta perencanaan skenario yang matang.