Dukungan membangun kembali kampung juga datang dari kerabat masyarakat Sade yang tinggal di luar dusun. Mereka menyumbangkan kayu-kayu tua yang telah berusia ratusan tahun untuk digunakan sebagai penopang bangunan.
"Dalam waktu dua bulan, kami berhasil membangun kembali Sade hampir 55 (bangunan)," kata Ihwan.
Dinas Kebudayaan NTB menargetkan jumlah bangunan yang rampung bisa terus bertambah hingga 75 unit agar bisa dilakukan proses kurasi atau penyesuaian bangunan dengan ketentuan adat pada Desember 2026.
Ihwan menegaskan pembangunan kembali Kampung Adat Sade tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi harus menghasilkan kawasan yang lebih baik tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.