"Pohon rusak yang berpotensi tinggi tumbang langsung kami eksekusi dengan pemotongan hingga ke pangkalnya. Adapun untuk perempelan dilakukan secara bertahap namun menyeluruh di wilayah Kota Semarang. Saat ini, perempelan dilaksanakan bertahap mengingat keterbatasan personel dan peralatan, di mana kami menyiagakan 6 armada rempel pohon," bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan memitigasi pohon yang dinilai rawan. Untuk itu, Agustina meminta Disperkim untuk menggunakan teknologi tree scanning untuk memindai kondisi batang hingga akar pohon.
"Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal," tegas Agustina.
Selain itu, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
"Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," pungkas Agustina.
Diberitakan sebelumnya, sebuah pohon tumbang di Jalan Pandanaran, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, menimpa dua motor yang melintas. Peristiwa ini menyebabkan dua korban meninggal dan satu korban terluka.