Padahal, Supriyanto mengungkapkan bahwa penggunaan rekaman suara tersebut sejatinya didasari niat untuk mempermudah konsumen. Menurutnya, pesan suara jauh lebih cepat ditangkap oleh warga yang mengantre dibandingkan hanya mengandalkan tulisan.

"Kalau suara kan cepat didengar, karena kasihan kalau sudah mengantre ternyata baru tahu kalau Pertalite-nya habis," paparnya.

Namun, demi mematuhi arahan manajemen, pengumuman berbasis audio AI itu kini sepenuhnya digantikan oleh papan tulisan manual. Papan tersebut akan dipajang setiap kali stok Pertalite di tangki penyimpanan kosong.

"Sudah kita ganti, dengan membuat papan tulisan. Sudah kita buat, nanti kalau Pertalite dalam kondisi habis, kami pasang agar masyarakat tahu," tutur Supriyanto.

Ia menjelaskan bahwa rekaman suara itu sempat diputar pada Rabu (2/9/2026) ketika tangki SPBU kehabisan pasokan dan sedang menantikan truk tangki pengirim dari Pertamina.