NADIKABAR.COM — Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo memasuki babak baru. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan satu sampel positif terkontaminasi bakteri.

BGN mencatat 748 santri terdampak dalam kasus keracunan MBG di Sidoarjo, dengan sebagian besar telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang. Berdasarkan pembaruan Pemkab Sidoarjo pada Kamis (10/9/2026) pukul 05.30 WIB, terdapat 117 pasien yang mendapat penanganan di enam rumah sakit, dengan 110 orang sudah pulang dan tujuh masih dirawat.

Plh Sekda Sidoarjo sekaligus Ketua Satgas MBG Sidoarjo M Ainur Rahman membenarkan hasil pemeriksaan laboratorium telah keluar. Dari sejumlah sampel yang diperiksa, terdapat satu sampel yang positif terkontaminasi bakteri, sedangkan sampel lainnya menunjukkan hasil negatif.

"Hasil lab sudah keluar dan sudah dilaporkan kepada Bupati. Dari beberapa sampel yang diperiksa, ada yang negatif dan ada satu yang positif terkontaminasi," kata Ainur kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap jenis bakteri maupun sampel yang dinyatakan positif. Ainur menegaskan temuan tersebut belum cukup untuk memastikan makanan sebagai sumber keracunan karena kontaminasi masih bisa berasal dari air, bahan baku, atau kebersihan lingkungan.

"Belum bisa dipastikan apakah murni dari faktor makanan. Bisa banyak faktor, bisa dari air, bahan baku makanan, maupun kebersihan lingkungan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium Pemkab Sidoarjo telah diserahkan kepada Polres Sidoarjo untuk disandingkan dengan hasil pemeriksaan forensik kepolisian. Penyidikan akan menentukan apakah kasus tersebut berkaitan dengan kelalaian, ketidakpatuhan terhadap prosedur, atau unsur lainnya.